Sejarah

SEJARAH SINGKAT PENDIDIKAN KEFARMASIAN UNIVERSITAS MULAWARMAN

Ide awal Pendirian Pendidikan Universitas Mulawarman dari Laode Rijai, tenaga Pendidik Program Studi Kimia Pendidik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman. Inspirasi Laode Rijai sebagai seorang Chemist ingin menyelenggarakan Pendidikan Kefarmasian dengan keinginan penuh dikelola dalam bentuk Fakultas Farmasi bermula ketika mengikuti Pendidikan Doktor dalam Ilmu Kimia, khususnya KIMIA ORGANIK pada Universitas Padjadjaran yang dimulai 1998, dengan Ketua Tim Promotor seorangPharmasist; yaitu Prof. Dr. Supriyatnya, Apt. dengan judul Disertasi menyesuaikan dengan Farmasi yaitu “ KAJIAN KIMIAWI DAN POTENSI KEFARMASIAN SAPONIN DARI TUMBUHAN KOLOWE (Chyedananthus excelsus), suatu tumbuhan langka di dunia yaitu hanya terdapat di Kamaru, Kepulauan Buton, Indonesia dan Kepulauan Andaman, Birma atau Myanmar. Kajian Kimiawi saponin yang sukar adalah pemisahan untuk menemukan senyawa saponin murni yang harus menggunakan Kromatografi Kinerja Tinggi Kolom preparatif atau semi-preparatif, dan waktu itu di Indonesia belum dimiliki oleh instansi apapun demikian pula instrumen penentuan struktur molekul saponin membutuhkan instrumen analisis NMR-2 D frekwensi minimal 400 MHz. Akhirnya pekerjaan Kimiawi tersebut dilaksanakan pada Laboratorium Internasional yaitu H.E.J Research Institute of Chemistry di University of Karachi, Pakistan dengan direktur Laboratorium pada waktu itu Prof. Atta-urRahman merangkap Menteri Sains dan Teknologi, Pakistan, beliau adalah penerima berbagai hadiah Nobel Kimia, termasuk bidang Natural Product Chemistry. Pekerjaan Kimiawi Disertasi tersebut fokus pada penemuan New Compound of Saponins and TheirBiogeneticts, dan akhirnya harus dikerjakan pada Laboratorium tersebut yang dilaksanakan pada Januari hingga Agustus 2002, dengan supervisor Laboratorium pada waktu itu adalah Prof. Dr. Muhamad Iqbal Choudary.

Inspirasi menjadi meningkat ketika mengiktuti pendidikan Doktor yang kedua yaitu pada Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Institut Pertanian Bogor yang dimulai Agustus tahun 2002 dengan Disertasi “ KAJIAN STRATEGI PEMANFAATAN POTENSI TUMBUHAN OBAT UNGGULAN INDONESIA SECARA BERKELANJUTAN” suatu Studi Kasus di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur yang dikenal masyarakatnya memiliki budaya pemanfaatan tumbuhan liar untuk kuratif, preventif, promotif, estetik, dan rehabilitasi kesehatan. Kedua disertasi tersebut membangkitkan inspirasi untuk membuka Fakultas Farmasi pada Universitas Mulawarman yang akhirnya menjadi kenyataan setelah 12 tahun kemudian yaitu UNMUL memiliki Fakultas Farmasi secara hukum mulai Januari 2015 melalui Permenristek dan Dikti Nomor 9 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Mulawarman.

Ide penyelenggaraan Pendidikan Kefarmasian tersebut, pertama kali disampaikan kepada bapak Prof. Dr. Ach. Ariffien Bratawinata, M. Agr.  pembantu Rektor I UNMUL periode tahun 1997 – 2001 dan 2002 – 2006 serta sebagai Rektor UNMUL periode 2006 – 2010. Ide tersebut disampaikan dalam pesawat Lion Air suatu penerbangan Jakarta – Balikpapan pada hari Jum’at tanggal 24 Desember 2004 sehari sebelum Tragedi Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Pertemuan dengan Pembantu Rektor I UNMUL tersebut adalah suatu kebetulan yang terjadi di Ruang Chekin Lion Air, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Waktu itu, Rektor UNMUL periode 2006 – 2010 tersebut adalah suatu perjalanan Dinas di Jakarta bersama Wakil Rektor III Drs. Edy Subandryo, M. Pd. (almarhum) dan sedang kembali ke Samarinda; sedangkan Laode Rijai suatu perjalanan dari Bandung ke Samarinda dalam rangka kembali melapor kepada Rektor UNMUL karena baru saja menyelesaikan Pendidikan Doktor ILMU KIMIA khususnya KIMIA ORGANIK pada Universitas Padjdjaran yaitu Lulus Doktor tanggal 19 Oktober 2004 dan mengikuti wisudah 4 Desember 2004.

Sang Wakil Rektor sangat menyambut baik ide tersebut dan berpesan segera siapkan untuk dibuka, bahkan dibuka dengan Surat Keputusan Rektor, kemudian diusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapatkan Ijin Opersional, demikian pesan sang professor KEHUTANAN tersebut. Sang Professor ingin pendidikan kefarmasian yang dimulai dengan Program Studi Sarjana Farmasi dibuka pada tahun 2005 meskipun dengan Surat Keputusan Rektor. Rencana pembukaan dengan SK Rektor UNMUL tahun 2005 gagal karena banyak hal, termasuk pada waktu itu Laode Rijai juga masih berstatus sebagai Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Institut Pertanian Bogor, karena memang Laode Rijai mengikuti Pendidikan Doktor rangkap yaitu mulai 1998 masuk S3 Program Studi Ilmu KIMIA Universitas Padjadjaran dan tahun 2002 memulai pendidikan Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) pada Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karena berbagai hambatan akhirnya rencana penyelenggaraan Pendidikan Farmasi mulai diselenggarakan 2006 dengan dasar hukum Keputusan Rektor. Penyelenggaraan Program Studi dengan Keputusan Rektor adalah suatu pelanggaran, karena ijin operasional hanya dilakukan Dirjen atau Menteri Dikbud waktu itu. Namun jika ditinjau dari semangat pembukaan program studi dengan keputusan Rektor pada Perguruan Tinggi Negeri adalah bermakna sangat serius dan semangat, dan memang waktu itu di bumi Kalimantan baru terdapat di UNLAM Banjarmasin yang juga baru mulai 2005.

Perjuangan untuk memperoleh ijin operasional Program Studi Sarjana Farmasi dari Kemendikbud waktu itu sangatlah melelahkan serta menakutkan karena dasar hukum pendirian Program Studi Sarjana Farmasi UNMUL waktu itu hanya melalui Keputusan Rektor, dan Allhamdulillah atas Ridho Allah SWT akhirnya tanggal 31 Desember 2008 secara dejure atau hukum resmi Universitas Mulawarman memiliki Program Studi Sarjana Farmasi. Pengelolaan Program Studi Sarjana Farmasi waktu itu dimulai dalam bentuk Fakultas Farmasi Persiapan dengan istilah Unit Pengelola Fakultas Farmasi yang disingkat dengan istilah UP. Fakultas Farmasi mulai tahun 2009 yang dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu tiga orang wakil ketua. Selanjutnya, tanggal 30 Agustus 2012 dibuka Program Studi DIII Farmasi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen DIKTI; tanggal 10 Juni 2014 dterbit Ijin Operasional Program Studi Profesi Apoteker sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; dan tanggal 23 Juli 2018 terbit Ijin Operasional Program Studi Sarjana Farmasi Klinis berdasarkan Keputusan Menteri Ristek dan Dikti. Dengan demikian pada Fakultas Farmasi hingga 2019 telah memiliki 4 Program Studi yaitu (1) Program Studi S1 Farmasi dengan SK Dirjen Dikti tanggal 31 Desember 2008 (2) Program Studi DIII Farmasi denga SK Dirjen Dikti tanggal 30 Agustus 2012 (3) Program Studi Profesi Apoteker dengan SK Dirjen DIKTI tanggal 10 Juni 2014 dan (4) Program Studi S1 Farmasi Klinis dengan SK Menetri Riset dan Teknologi tertanggal 23 Juli 2018.

Kesimpulannya adalah bahwa pengelolaan Pendidikan Kefarmasian pada Universitas Mulawarman dimulai dalam bentuk (a) Konsentrasi Studi S1 Farmasi tahun 2006 – 2008 (b) Unit Pengelola (UP) Fakultas Farmasi dengan dua Program Studi mulai Januari 2009 s/d Desember 2014, dan terhitung tanggal 12 Desember 2014 hingga sekarang dikelola dalam bentuk Fakultas Farmasi dengan empat Program Studi tersebut.