Profil GJMF

PROFIL GJMF FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MULAWARMAN

Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman telah dibentuk sejak Unit Persiapan (UP) Fakultas Farmasi Unmul sudah berstatus menjadi Fakultas pada tahun 2014. Struktur organisasi GJMF masih melekat dengan jabatan struktural di Fakultas pada awalnya karena keterbatasan jumlah dosen saat itu. Meski demikian, dokumen mutu berupa buku AMAI dan pengkoordinasian SOP sudah mulai diadakan meskipun belum maksimal tindak lanjutnya.

Berkaitan dengan semakin ketatnya pengawasan terhadap mutu program studi oleh BAN-PT dan Lam-PTKes, serta pentingnya peringkat akreditasi untuk keberlangsungan nasib para lulusan, pada tahun 2019 dilakukan pemisahan tugas GJMF yang semula dirangkap oleh Wakil Dekan I. Pemisahan rangkap jabatan ini dalam rangka memaksimalkan fungsi GJMF sebagai pengawas kendali mutu Fakultas Farmasi.

Pengendalian mutu di Perguruan Tinggi telah diatur secara rinci pada PermenristekDikti No. 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan. Acuan tersebut mengarahkan pada pembuatan standar-standar mutu baik di bidang akademik maupun non-akademik. Setiap standar dirinci kembali menjadi standar turunan, selanjutnya setiap standar turunan dibuat manual mutunya. Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengelolaan, dan Peningkatan (PPEPP) disusun secara sistematis sehingga setiap kekurangan yang ditemukan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai. Dokumen mutu SPMI Fakultas tersebut selalu dilengkapi sesuai dengan perkembangan terbaru dan direvisi sesuai dengan hasil evaluasi sebelumnya sehingga peran GJMF dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu Fakultas mutlak diperlukan.

Pelaksana terbaru GJMF Fakultas Farmasi telah di SK kan dengan SK Dekan No. 48/UN17.12/SK/2019 Tanggal 01 Agustus 2019 dengan Ketua yaitu Dr. Niken Indriyanti, M.Si., Apt, dan Sekretaris Lisna Meylina, M.Si., Apt. Pengarsipan dan revisi dokumen mutu mulai dilakukan, serta dilakukan koordinasi dengan LP3M secara lebih intensif terutama untuk keperluan audit mutu internal secara berkesinambungan.